GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Rabu, 03 November 2010

FAST PEDULI MERAPI


FAST PEDULI MERAPI

Dana bantuan dari masyarakat yang terkumpul di Posko Fast Peduli Merapi, hingga Rabu (3/11) pukul 15.00 WIB = Rp. 26.468.300,-

Bantuan baik berupa uang tunai maupun barang-barang terus kami salurkan kepada korban di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Magelang, antara lain:

  1. Jum'at (29/10) = Posko Kecamatan Srumbung Kab. Magelang
  2. Sabtu (30/10) = Posko Kecamatan Dukun Kab. Magelang
  3. Ahad (31/10) = Posko Kecamatan Gunung Pring Kab. Magelang
  4. Senin (01/11) = Posko Kecamatan Sawangan , - Posko Sucen dan Taman Agung Kec.Muntilan dan Posko GP Ansor Magelang.
  5. Selasa (02/11) = Posko Karahajan Kecamatan Muntilan, - Posko Piyungan, Klangon dan Nglumut Kec. Sawangan, - Posko KPRI Dukun, Talun dan Banyudono Kec. Dukun
  6. Rabu (03/11) = Posko Piyungan Sawangan, - Posko PN Blabak, dan - Posko Jeruk Agung Srumbung.

Kami siap membantu Keluarga FAST untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun, baik sembako, makanan bayi, selimut, tikar, perlengkapan makan, maupun uang tunai dan lain sebagainya. Langsung ke:

Studio Radio FAST FM, Jl. KH. Hasyim Asy'ari No. 7 Pagutan Tegalrejo Magelang, telp (0293) 314330 dan 5510 550.

Terimakasih kepada Keluarga Fast yang telah rela menyisihkan harta dan waktu untuk membantu saudara - saudara kita korban bencana Merapi. Jazzakumullah Achsanal Jaza', Jaza'an Katsiron....


Awan Panas Merapi Meluncur Lagi


Oleh : Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota - Pagi ini, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Merapi kembali mengeluarkan awan panas hingga 3 kali. Awan panas atau Wedhus Gembel tersebut terpantau dari Dusun Ngepos Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, yang berjarak lebih kurang 10 km dari puncak Merapi.

Wedhus Gembel yang tampak pekat itu mengarah ke sisi Barat Merapi atau ke wilayah Srumbung, Dukun dan Sawangan Kabupaten Magelang. Hal tersebut mengakibatkan sebagian wilayah Kabupaten Magelang kembali mengalami hujan abu vulkanik.

Sementara itu, kondisi pengungsi di sejumlah posko di Kabupaten Magelang secara umum baik, hanya beberapa mengalami gangguan kesehatan ringan, seperti demam, sakit kepala dan sesak nafas ringan. Akan tetapi hal tersebut bisa langsung diatasi oleh Tim Medis yang selalu siaga di lokasi pengungsian.

Sedangkan untuk kebutuhan yang mendesak untuk para pengungsi antara lain susu balita, ibu hamil dan lansia, popok bayi dan lansia, alat kebersihan, alat tulis, selimut, tikar, dan pakaian dalam pria/wanita. (F1/F2/F3)


Selasa, 02 November 2010

FAST PEDULI MERAPI


Dana bantuan dari masyarakat yang terkumpul di Posko Fast Peduli Merapi, hingga Selasa (02/10) pukul 14.00 WIB = Rp. 16.217.500,-

Bantuan baik berupa uang tunai maupun barang-barang terus kami salurkan kepada korban di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Magelang, antara lain:

  1. Jum'at (29/10) = Posko Kecamatan Srumbung Kab. Magelang
  2. Sabtu (30/10) = Posko Kecamatan Dukun Kab. Magelang
  3. Ahad (31/10) = Posko Kecamatan Gunung Pring Kab. Magelang
  4. Senin (01/11) = Posko Kecamatan Sawangan , - Posko Sucen dan Taman Agung Kec.Muntilan dan Posko GP Ansor Magelang.
  5. Selasa (02/11) = Posko Karahajan Kecamatan Muntilan, - Posko Piyungan, Klangon dan Nglumut Kec. Sawangan, - Posko KPRI Dukun, Talun dan Banyudono Kec. Dukun

Kami siap membantu Keluarga FAST untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun, baik sembako, makanan bayi, selimut, tikar, perlengkapan makan, maupun uang tunai dan lain sebagainya. Langsung ke:

Studio Radio FAST FM, Jl. Kh. Hasyim Asy'ari No. 7 Pagutan Tegalrejo Magelang, telp (0293) 314330 dan 5510 550.


Senin, 01 November 2010

Merapi Meletus Lagi, Ini Letusan Terbesar



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Gunung Merapi yang berada di perbatsan Provinsi Jawa Tengah dan DIY Senin (1/11) kembali menujukan kemegahannya, sekitar pukul 10.10wib, Merapi kembali memuntahkan awan panas. Data dari pos pengamatan menyatakan luncuran ini merupakan yang terbesar sejak status merapi dinyatakan awas.

Petugas pemantauan merapi di pos Ngepos, Ahmad Sopari mengatakan wedhus gembel masuk ke Kali Gendol yang menuju arah Sleman. Sedangkan asap serta debu vulkanik mengarah ke Boyolali. "Ada yang mengarah ke Magelang tepatnya di kali bebeng," kata Shopari di Pos Ngepos (1/11).

Letusan merapi yang berlangsung setengah jam lebih itu, Suaranya tidak begitu keras. Namun asap tebal berwana kehitaman membumbung tinggi. Penyebaran awan panas terlihat lebih luas dari letusan sebelumnya.

Menurut pengamatannya, jarak luncuranan mencapai 4 kilometer dengan ketinggian hampir 1 kilometer. "Letusan kali ini yang terbesar sejak ditetapkan statusnya menjadi awas dan mengarah hampir ke seluruh arah," kata dia.

Sementara itu, warga yang sejak pagi memilih pulang rumah untuk memberi makan ternaknya mereka panik dan melarikan diri usai menyaksikan awan panas atau wedus gembel bergulung-gulung mengarah ke Magelang dan Sleman.

Warga di KRB III sebenarnya sudah mengungsi namun pada siang hari mereka pulang untuk menggarap ladang dan memberi makan ternak. "Saya melihat wedhus gembel mengarah ke arah Magelang. Awan panas itu menuju Kali Blongkeng di Srumbung," kata Ceguk, 35, warga Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun.(F1)


Fat FM Empati Untuk Korban Merapi



Gus Yusuf Serahkan Bantuan: Direktur utama PT Radio Fast Tabiq KH.Muhamad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) Menyerahkan bantuan dari Keluarga Fast untuk pengungsi Koraban Merapi (Foto: Ahmad Muslim/Fast Pojok Kota)

Musibah meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Sleman, sejak Selasa (26/10) lalu, memang menimbulkan rasa empati dari banyak pihak untuk membantu para korban.

Radio FAST FM, mengajak seluruh Keluarga Fast dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu para korban, yang saat ini tengah membutuhkan uluran tangan kita semua di pengungsian.

Terimakasih yang tak terhingga kami haturkan kepada pihak-pihak yang telah menyisihkan sedikit harta untuk para korban melalui Posko FAST Peduli Merapi. Hingga Ahad (31/10), uang tunai yang terkumpul dari masyarakat: Rp 10.934.000,-.

Bantuan baik berupa uang tunai maupun barang-barang terus kami salurkan kepada korban di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Magelang, diantaranya:

01. Jum'at (29/10) = Posko Kecamatan Srumbung Kab. Magelang
02. Sabtu (30/10) = Posko Kecamatan Dukun Kab. Magelang
03. Ahad (31/10) = Posko Kecamatan Gunung Pring Kab. Magelang
04. Senin (01/11) = Posko Kecamatan Sawangan - Sucen - Taman Agung dan GP Ansor Magelang.


Kami siap membantu Keluarga FAST untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun, baik baik sembako, makanan bayi, selimut, tikar, perlengkapan makan, maupun uang tunai dan lain sebagainya. Langsung ke:

Studio Radio FAST FM, Jl. Kh. Hasyim Asy'ari No. 7 Pagutan Tegalrejo Magelang, telp (0293) 314330 dan 5510 550.


Bantuan Logistik Untuk Pengungsi Merapi Terus Mengalir



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Bantuan logistik untuk korban bencana Merapi di Kabupaten Magelang terus mengalir. Ada yang berupa susu dan makanan balita (bayi bawah lima tahun) maupun ibu hamil, serta bahan makanan tambahan, tenda-tenda pengungsian maupun obat-obatan beserta petugas kesehatan.

"Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak yang peduli terhadap penderitaan korban dampak letusan Merapi di daerah ini," kata Ketua Pelaksana Harian Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP), Utoyo, di Magelang. Senin (01/11).

Dari Pusat Penanggulanan Krisis Kementerian Kesehatan diterima sebanyak satu ton obat-obatan. Khususnya untuk mengobati beberapa jenis penyakit yang biasa timbul akibat bencana seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), diare, sakit mata, dan gatal-gatal.

"Itu jenis obat yang digunakan dalam pelayanan dasar di bidang kesehatan para pengungsi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Hendarto.

Bantuan lain sebanyak dua ton berupa bahan makanan tambahan dan vitamin dari perusahaan besar di tanah air. "Barang-barang itu secepatnya akan disalurkan ke puskesmas-puskesmas di kawasan rawan bencana," tambah Hendarto.

Sedang bantuan tenaga medis, menurut dia, dikirim dari Dinkes dan rumah sakit di Jateng. Juga ada bantuan relawan dari perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, LSM dan partai politik. Mereka ditempatkan di posko-posko dekat barak pengungsian.(F1)


Minggu, 31 Oktober 2010

Dapur Umum Pengungsi Merapi Kesulitan Minyak Tanah



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadikan proses masak di dapur umum barak pengungsian tersendat. Akibatnya, distribusi makanan untuk para pengungsipun juga terlambat.

Ketua pelaksana harian satuan pelaksanana penanggulangan bencana kabupaten magelang, Utoyo mengatakan, Setiap dapur umum membutuhkan sedikit 40 liter minyak tanah. Padahal di daerah ini, terdapat sedikitnya 39 dapur umum yang tersebar di seluruh tempat pengungsian sementara (TPS), serta tempat pengungsian akhir (TPA).

“Kelangkaan minyak ini menghambat proses produksi makanan untuk pengungsi,’’kata Utoyo yang juga selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, diMagelang, Sabtu (30/10)

Menurut Utoyo, sementara ini, pihaknya mendapatkan minyak tanah dari agen dan pangkalan dengan harga normal Rp 8.000/liter. “harga sebesar itu, bagi kami tak masalah, asalkan mendapatkannya mudah, tapi realisasinyakan stok di agen minyak tanah juga terbatas,” ungkapnya.

Ia merincikan, Proses memasak untuk pengungsi tiga kali dalam sehari, dalam satu kali masak, keseluruhan dapur umum membutuhkan 1.560 liter minyak tanah. Pihak mengaku sudah meminta bantuan minyak tanah bersubsidi kepada Pertamina Yogyakarta, namun ditolak.

‘’Pertamina tidak mau membantu, padahal persoalan minyak tanah adalah kebutuhan pokok dan mendesak. Kami masih berharap banyak ada yang membantu minyak tanah untuk memasak,’’ pungkas Utoyo.(F1)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman